Tuesday, 13 September 2016

Apa Itu Mastitis?

          


       
          Mastitis merupakan istilah medis untuk peradangan payudara pada perempuan yang biasanya baru saja melahirkan.
Mastitis ini ditandai dengan adanya gejala membengkaknya payudara, timbulnya rasa sakit, dan warna kemerahan di sekitar payudara. Mastitis terjadi karena adanya sumbatan pada saluran susu. Kalau tak segera di atasi malah bisa menyebabkan suhu tubuh meningkat signifikan dan menimbulkan rasa kelelahan.
          Mastitis ini biasanya diderita oleh perempuan yang baru melahirkan di mana kondisinya bisa terjadi pada salah satu atau kedua payudara sekaligus.
Yang patut di perhatikan ialah adanya sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa 1 dari 20 perempuan yang sedang menyusui mengalami mastitis.
Bahkan seorang perempuan bisa mengalami mastitis lebih dari satu kali. Makanya Anda harus pandai-pandai dalam menjaga kebersihan puting payudara saat menyusui dan menjaga kondisi tubuh yang biasanya menjadi penyebab penyakit ini.

Jenis Mastitis

Mastitis ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Infektif
    Mastitis infektif disebabkan oleh adanya kuman yang masuk ke saluran susu melalui perantara mulut       atau hidung bayi ketika menyusui.

2. Non-infektif
    Mastitis non-infektif terjadi karena adanya saluran susu yang tersumbat atau juga karena posisi menyusui yang salah. Mastitis ini biasanya sering terjadi pada perempuan yang baru pertama kali menyusui.

Gejala Mastitis dan Pencegahan Mastitis

Beberapa hal yang menjadi indikasi seorang perempuan yang terkena mastitis ialah sebagai berikut:
  • Apabila disentuh, payudaranya terasa hangat.
  • Terjadinya pembengkakan pada payudara.
  • Timbulnya rasa nyeri atau panas terus-menerus saat menyusui.
  • Kulit berwarna kemerahan.
  • Terjadinya demam dengan suhu sampai 38 derajat celsius atau bahkan lebih.
Sama halnya dengan jenis penyakit lainnya, mastitis juga bisa dilakukan dengan cara  pencegahan untuk meminimalisir penyakit bersarang di payudara Anda. Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah mastitis.
  • Mencukupi jam istirahat karena faktor kelelahan bisa menjadi penyebab mastitis.
  • Menggunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara.
  • Selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkannya dengan kapas dan air hangat sebelum ataupun sesudah menyusui.
  • Usahakan supaya payudara tetap dalam keadaan kering sekalipun telah menyusui.
  • Usahakan untuk menyusui bayi Anda dengan posisi dan sikap yang benar.
Namun, bagaimana dengan Anda yang sudah terlanjur mengalami mastitis? Mari kita perhatikan beberapa hal yang dilakukan untuk menangani mastitis.

Pengobatan Mastitis

Pengobatan mastitis yang disebabkan oleh bakteri bisa dilakukan dengan memberikan antibotik. Sementara untuk bagian payudara yang terasa nyeri dan keras, bisa diobati dengan cara di kompres menggunakan air dingin.

Kalau Anda tidak tahan nyeri, maka bisa meminum obat untuk menghilangkan rasa sakit. Untuk memaksimalkan pengobatan dengan antibiotik dan lainnya, bisa dibarengi dengan banyak mengonsumsi buah dan sayuran sebagai asupan vitamin dan nutrisi lainnya.

 Lantas, apakah ada dampak negatifnya bagi bayi jika ibu mengalami mastitis? Mastitis memang menimbulkan rasa nyeri yang sangat pada payudara sang ibu, namun berita gembiranya bayi tersebut ternyata tak mendapatkan dampak negatif dari mastitis ini.

 Meski tak berdampak pada bayi Anda, sudah semestinya Anda menjaga kondisi tubuh supaya tak terserang mastitis atau kalau sudah terserang, dan menyebabkan rasa nyeri pada payudaran tentunya sangat mengganggu terutama ketika menyusui bayi Anda, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html

CARA MEMERAH ASI YANG BAIK

hallo bunda sahabat mamamilky, sekarang mamamilky mau share cara memerah asi yang baik nih semoga bermanfaat ya bunda...
  1. Pastikan Anda selalu cuci tangan terlebih dahulu sebelum memerah ASI dan gunakan wadah yang bersih (higienis), terutama jika Anda memerah secara manual dengan tangan. Saat ini sudah tersedia banyak alat yang bisa membantu proses memompa ASIP, tanpa harus menggunakan tangan (cek e-store dokita: alat pompa ASI). 
  2. Siapkan wadah penampung ASI yang mudah disterilkan, biasanya berupa botol dengan tutupan yang rapat dan terbuat dari gelas tahan panas. 
  3. Segera simpan ASIP setelah Anda selesai memompa. Bila ASIP akan diberikan kurang dari 6 jam, maka tidak perlu di simpan di lemari pendingin. Sebaiknya jangan menyimpan ASIP di suhu kamar selama lebih dari 3 atau 4 jam. Bila perlu disimpan selama 24 jam, segera masukkan ASIP ke dalam lemari pendingin pada suhu 4 derajat celcius (tetapi jangan sampai air ASIP membeku).
  4. Bila ASIP akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASIP  harus segera didinginkan di dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan selama tiga sampai enam bulan.
  5. Jangan mencampur ASI yang diperah sekarang dengan ASI yang diperah sebelumnya, untuk itu beri label tanggal dan jam pemerahan di botol ASI.
  6. Simpan ASIP dalam wadah 25-100 ml dan ambil ASIP dari wadah seperlunya saja. Selain ASIP dapat lebih cepat dicairkan dan atau dihangatkan, ASIP yang sudah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali, tetapi dapat disimpan di dalam kulkas selama 24 jam.
  7. Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.
  8. Hangatkan ASIP  dengan cara mengaliri botol susu dengan air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran atau teko. Cara lain untuk menghangatkannya adalah dengan merendam botol ASI dalam baskom atau mangkok yang berisi air panas. Jangan memasukkan ASIP ke microwave karena dapat merusak nutrisi penting dalam ASI.
  9. ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum susu berikutnya.
  10. ASI yang disimpan di kulkas harus segera digunakan dalam waktu setengah jam setelah ASI berada di suhu ruangan.
  11. ASI mungkin terlihat kecoklatan atau sedikit berubah warna setelah disimpan di lemari es, tetapi tidak ada yang abnormal dengan kondisi seperti itu. Biasanya akan tampak beberapa sedimentasi seperti lemak yang terpisah, Anda goyangkan saja botol tersebut sebelum diberikan pada si kecil.
  12. Pembekuan yang lama (lebih dari 6 bulan) dapat mengubah komposisi kimia ASI, seperti terjadi penguraian beberapa senyawa lemak dan hilangnya beberapa senyawa yang berfungsi melawan organisme berbahaya. 
Wah jelas kan bunda gimana cara memerah asi yang baik. Jadi bunda sekarang bisa memerah asi dengan benar ;) :D. semoga bermanfaat ya bunda

Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html

http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html

Friday, 9 September 2016

Posisi yang benar saat menyusui bayi


     Posisi ibu dan bayi saat menyusui yang benar. Ada dua posisi yang benar bagi ibu dan bayi ketika menyusui, yaitu

1. Berbaring miring. Ini posisi yang amat baik untuk pemberian ASI yang pertama kali atau bila ibu merasa lelah atau merasa nyeri.

2. .Duduk. Posisi duduk sangat penting untuk memberikan topangan atau sandaran pada punggung ibu, dalam posisinya tegak lurus (90 derajat) terhadap pangkuannya. Ini mungkin dapat dilakukan dengan duduk bersila di atas tempat tidur atau di lantai, atau duduk di kursi.


posisi menyusui



      Posisi berbaring miring atau duduk (dengan punggung dan kaki ditopang) memaksimalkan bentuk payudaranya dan memberi ruang untuk menggerakkan bayinya ke posisi yang baik. Badan bayi harus dihadapkan ka arah badan ibu dan mulutnya dihadapkan pada puting susu ibu. Leher bayi harus sedikit ditengadahkan.bayi sebaiknya ditopang pada bahunya sehingga posisi kepala yang agak tengadah dapat dipertahankan. Kepala dapat ditopang dengan jari-jari tangan yang telentang atau pada lekukan siku ibunya. Mungkin akan membantu bila bayi dibungkus, sehingga tangannya berada di samping badan. Bila mulut bayi disentuhkan dengan lembut ke puting susu ibunya, ia akan membuka mulutnya lebar-lebar (reflek rooting).

         Berikut ini ada 5 jenis posisi yang aman untuk ibu menyusui yaitu:

1. Posisi Mendekap. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.

2. Posisi Mendekap Silang. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.

3. Posisi Pencengkram/Sepakbola. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.

4. Posisi Duduk. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.

5. Posisi Berbaring. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.

cara menyusui, ibu menyusui

          Dari posisi cara menyusui diatas pastinya kenyamanan akan dirasakan bayi. Diantara tanda-tanda bayi telah berada dalam posisi menyusu yang baik adalah:

1.      Seluruh tubuhnya berdekatan dan terarah pada pada ibu.
2.      Mulut dan dagunya berdekatan dengan payudara.
3.      Area tidak terlihat dengan jelas.
4.      Bayi terlihat melakukan isapan yang lamban dan serta menelan ASI-nya.
5.      Bayi terlihat tenang dan senang.
6.      Ibu tidak merasakan adanya nyeri pada puting susu.

cara menyusui yang benar

            Tips untuk ibu, sebaiknya belajar untuk memperagakan menyentuh bibir atas bayi dengan puting susu ibu. Sasarannya adalah memposisikan bibir bawah paling sedikit 1,5 cm dari pangkal puting susu. Bayi harus mencari sebagian besar area puting ke dalam mulutnya, bukan hanya ujung puting susunya sajas. Hal ini akan memungkinkan bayi menarik sebagian dari jaringan payudara masuk ke dalam mulutnya dengan lidah dan rahang bawah. Bila diposisikan dengan benar, sinus laktiferus akan berada di dalam rongga mulut bayi. Puting susu akan masuk sampai sejauh langit-langit lunak (velum palatinum) dan bersentuhan dengan langit-langit tersebut. Sentuhan ini akan merangsang refleks mengisap. Rahang bawah bayi menutup pada jaringan payudara, pengisapan akan terjadi dan puting susu ditangkap dengan baik didalam rongga mulut, sementara lidah memberi penekanan yang berulang-ulang secara teratur sehingga ASI akan keluar dari duktus laktiferus.


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :

Wednesday, 7 September 2016

Perbedaan Foremilk Dan Hindmilk


           Perbedaan FOREMILK (ASI awal,ASI encer) & HINDMILK (ASI akhir, ASI kental)

Apa itu Foremilk dan Hindmilk?
Foremilk adalah ASI matang (ASI matang adalah ASI yang keluar setelah masa keluarnya kolostrum) yang keluar lebih dahulu saat kita menyusui. Foremilk lebih bersifat encer, kaya akan laktosa dan protein yang penting untuk pertumbuhan otak. Karena sifatnya yang encer, Foremilk berguna untuk menghilangkan rasa haus pada bayi. Sementara Hindmilk keluar beberapa saat setelah Foremilk, sifatnya lebih kental dan mengandung lebih banyak lemak daripada Foremilk dan bermanfaat untuk pertumbuhan fisik anak. Hindmilk yang lebih kaya lemak inilah yang memberikan efek kenyang pada bayi.
Jadi, mana lebih penting, Foremilk dan Hindmilk?
Kalau dari penjelasan tentang Foremilk dan Hindmilk di atas, keduanya sama pentingnya. Karena Foremilk dibuituhkan oleh otak dan Hindmilk dibutuhkan untuk fisiknya. Keseimbangan Foremilk dan HIndmilk dapat ditunjukkan oleh warna feses (BAB) bayi yang kuning keemasan (golden feces), yang merupakan feses ideal bayi ASI eksklusif. Jika feses berwarna hijau sebetulnya masih normal, tetapi itu pertanda bahwa si kecil mengalami ketidakseimbangan Foremilk dan Hindmilk sehingga asupan Hindmilk-nya harus lebih dioptimalkan.

Setelah berapa lama menyusui Hindmilk akan keluar?
Untuk menjawab pertanyaan ini, harus dijelaskan dulu bagaimana Foremilk dan HIndmilk diproduksi. Setelah keluarnya Kolostrum di hari-hari awal setelah melahirkan, payudara sebetulnya hanya memproduksi satu jenis ASI. Foremilk dan Hindmilk diproduksi secara bersamaan tapi keluarnya bergantian. Ketika ASI terus menerus diproduksi, yang memenuhi payudara lebih dahulu dan bergerak menuju puting adalah ASI yg sifatnya encer. Lemak ASI yg pekat cenderung menempel pada dinding alveoli pada saluran payudara tempat ASI dibuat. Ketika bayi menghisap yang keluar duluan adalah ASI yang encer tadi, yg kita kenal sebagai Foremilk. Mulut bayi secara alami memancing hormon oksitosin yang membantu proses pemompaan ASI dari dalam payudara keluar. Secara bertahap, hisapan mulut bayi ini ikut memancing keluarnya kandungan lemak yang menempel di saluran ASI tadi untuk ikut keluar. Ketika si lemak ini keluar dari saluran ASI dan bercampur dengan Foremilk yang encer tadi, jadilah apa yg kita kenal sebagai Hindmilk. Itulah makanya sangat dianjurkan untuk membiarkan bayi menyusu sampai dia melepaskan sendiri payudara ibu, karena itu tandanya dia sudah cukup kenyang setelah memperoleh Foremilk dan Hindmilk. Selain itu penting juga untuk membiarkan bayi menghabiskan satu payudara setiap kali sesi menyusu, baru menwarkan payudara satunya jika ia masih belum puas. Bayilah yang tahu pasti berapa yang dia butuhkan. Bayi tertidur karena mereka sudah kenyang dan sudah tidak haus lagi karena sudah mendapatkan keduanya. Jadi, tidak ada yang tahu pasti setelah berapa menit Hindmilk akan keluar, karena perubahan dari Foremilk ke Hindmilk berlangsung secara bertahap. Yang penting pastikan selalu si kecil mendapatkan keduanya. Jangan memikirkan berapa banyak lemak yang didapat setiap kali menyusui. Jika waktu menyusu cukup dan bayi menyusu secara efektif, lemak PASTI akan diperoleh.

Apakah payudara kanan dan kiri menghasilkan Foremilk dan Hindmilk dalam jumlah yang sama?
Kedua payudara sama-sama menghasilkan Foremilk dan Hindmilk, tetapi komposisi yang dihasilkan tiap payudara berbeda-beda setiap saat. Itulah kehebatan ASI, karena selalu diproduksi dengan komposisi yang bervariasi sesuai kebutuhan bayi setiap saat. Misalnya, lemak dalam ASI siang dan malam juga sebetulnya berbeda. Siang hari lemak dalam ASI lebih sedikit karena bayi butuh banyak protein dan laktosa untuk beraktivitas dan air untuk mencegahnya dari rasa haus. Sementara itu ASI pada malam hari cenderung lebih banyak mengandung lemak karena ASI harus dapat memberikan efek kenyang pada bayi hingga bisa tidur nyenyak. Tapi bukan berarti ASI siang tidak ada lemaknya. Hanya di malam hari memang cenderung lebih banyak agar bayi lebih nyenyak beristirahat.

Bagaimana cara mengoptimalkan Hindmilk? Kenapa ASI saya kelihatan encer terus?
Semakin sering Ibu mengosongkan payudara akan semakin tinggi kadar lemak yang mungkin didapatkan dalam payudara baik kanan dan kiri. Kenapa? Karena semakin lama jarak waktu antara menyusui, maka Foremilk akan semakin banyak terkumpul di depan dan lemak akan makin tertumpuk di saluran ASI, sehingga butuh waktu semakin lama untuk membuat lemak-lemak ASI keluar dari salurannya. Maka dari itu penting untuk sering-sering mengosongkan payudara kalau ingin lemak bisa cepat keluar. Selain itu, posisi dan pelekatan menyusui yang benar akan berperan dalam proses menyusui yang efektif. Ketidakseimbangan Foremilk dan Hindmilk kadang terjadi bila ibu mengalami over-supply atau kelebihan produksi ASI. Biasanya ditandai dengan payudara yang membengkak serta aliran ASI yang terlalu deras dan membuat bayi tersedak. Jika ini terjadi, untuk menjamin agar si kecil mendapatkan cukup Hindmilk dan agar bayi tidak mudah tersedak, ibu bisa memerah sedikit ASI-nya sebelum menyusui.

Apa yang biasanya terjadi bila bayi tidak mendapatkan cukup Hindmilk?
Ada beberapa ciri-ciri bayi ASI eksklusif yang kurang mendapatkan Hindmilk, antara lain:
1. Ciri umum yang mudah dilihat adalah warna feses yang hijau dan kadang disertai lendir/berbusa..
2. Bayi gumoh lebih sering dari biasanya..
3. Bayi selalu ingin menyusu, cenderung lebih rewel dan kelihatan selalu lapar..
4. Perut bayi kembung..
5. Berat badan naiknya sangat perlahan, bisa di bawah rata-rata minimum..
6. Lebih rentan ruam popok karena fesesnya bersifat lebih asam..
7. Bayi lebih sering BAB dari biasanya dan seringkali langsung BAB setelah menyusu..

Lebih baik ibu menyusui ASI ke baby sampai sesuka baby, baby tidur supaya baby mendapatkan FOREMILK (ASI awal,ASI encer) & HINDMILK (ASI akhir, ASI kental)


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html


Tuesday, 6 September 2016

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif

                                   





Pemberian ASI esklusif selama enam bulan pada kenyataannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Berbagai kendala dapat timbul dalam upaya memberikan ASI esklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif, bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
           * Faktor Internal, yaitu faktor-faktor yang terdapat di dalam diri individu itu sendiri, meliputi ;
  1. Faktor Pendidikan
Makin tinggi pendidikan seseorang, maka makin mudah untuk menerima informasi sehingga semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat sikap terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan, termasuk mengenai ASI Ekslusif.
  1. Faktor Pengetahuan
Pengetahuan yang rendah tentang manfaat dan tujuan pemberian ASI Eksklusif bisa menjadi penyebab gagalnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Kemungkinan pada  saat pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Care), mereka tidak memperoleh penyuluhan intensif tentang ASI Eksklusif, kandungan dan manfaat ASI, teknik menyusui, dan kerugian jika tidak memberikan ASI Eksklusif.  
  1. Faktor Sikap/Perilaku
Menurut Rusli, 2000, dengan menciptakan sikap yang positif mengenai ASI dan menyusui dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI secara esklusif.
  1. Faktor psikologis
1)     Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita (estetika).
Adanya anggapan para ibu bahwa menyusui akan merusak penampilan, dan khawatir dengan menyusui akan tampak menjadi tua.
2)     Tekanan batin.
Ada sebagian kecil ibu mengalami tekanan batin di saat menyusui bayi sehingga dapat mendesak si ibu untuk mengurangi frekuensi dan lama menyusui bayinya, bahkan mengurangi menyusui.
  1. Faktor Fisik ibu
Alasan Ibu yang sering muncul untuk tidak menyusui adalah karena ibu sakit, baik sebentar maupun lama. Sebenarnya jarang sekali ada penyakit yang mengharuskan Ibu untuk berhenti menyusui. Lebih jauh berbahaya untuk mulai memberi bayi berupa makanan buatan daripada membiarkan bayi menyusu dari ibunya yang sakit.
  1. Faktor Emosional
Faktor emosi mampu mempengaruhi produksi air susu ibu. Menurut Kartono (2007) bahwa aktifitas sekresi kelenjar-kelenjar susu itu senantiasa berubah-ubah oleh pengaruh psikis/kejiwaan yang dialami oleh ibu. Perasaan ibu dapat menghambat /meningkatkan pengeluaran oksitosin. Perasaan takut, gelisah, marah, sedih, cemas, kesal, malu atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitosin, yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. Sebaliknya, perasaan ibu yang berbahagia, senang, perasaan menyayangi bayi; memeluk, mencium, dan mendengar bayinya yang menangis, perasaan bangga menyusui bayinya akan meningkatkan pengeluaran ASI.

              * Faktor Ekternal, yaitu faktor-faktor yang dipengaruhi oleh lingkungan, maupun dari luar individu itu sendiri, meliputi ;
  1. Faktor Peranan Ayah
Menurut Roesli, 2000, dari semua dukungan bagi ibu menyusui dukungan sang ayah adalah dukungan yang paling berati bagi ibu. Ayah dapat berperan aktif dalam keberhasilan pemberian ASI khususnya ASI eksklusif dengan cara memberikan dukungan secara emosional dan bantuan-bantuan yang praktis.  Untuk membesarkan seorang bayi, masih banyak yang dibutuhkan selain menyusui seperti menyendawakan bayi, menggendong dan menenangkan bayi yang gelisah, mengganti popok, memandikan bayi, membawa bayi jalan-jalan di taman, memberikan ASI perah, dan memijat bayi. Kecuali menyusui semua tugas tadi dapat dikerjakan oleh ayah.
Dukungan ayah sangat penting dalam suksesnya menyusui, terutama untuk ASI eksklusif.  Dukungan emosional suami sangat berarti dalam menghadapi tekanan luar yang meragukan perlunya ASI. Ayahlah yang menjadi benteng pertama saat ibu mendapat godaan yang datang dari keluarga terdekat, orangtua atau mertua. Ayah juga harus berperan dalam pemeriksaan kehamilan, menyediakan makanan bergizi untuk ibu dan membantu meringankan pekerjaan istri. Kondisi ibu yang sehat dan suasana yang menyenangkan akan meningkatkan kestabilan fisik ibu sehingga produksi ASI lebih baik. Lebih lanjut ayah juga ingin berdekatan dengan bayinya dan berpartisipasi dalam perawatan bayinya, walau waktu yang dimilikinya terbatas.(Roesli, 2000).
Ayah yang berperan mendukung ibu agar menyusui sering disebutbreastfeeding father. Pada dasarnya seribu ibu menyusui mungkin tidak lebih dari sepuluh orang diantaranya tidak dapat menyusui bayinya  karena alasan fisiologis. Jadi, sebagian besar ibu dapat menyusui dengan baik. Hanya saja ketaatan mereka untuk menyusui ekslusif 4-6 bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun yang mungkin tidak dapat dipenuhi secara menyeluruh. Itulah sebabnya dorongan ayah dan kerabat lain diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu akan kemampuan menyusui secara sempurna (Khomsan, 2006).
  1. Perubahan sosial budaya
1)     Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya.
Kenaikan tingkat partisipasi wanita dalam angkatan kerja dan adanya emansipasi dalam segala bidang kerja dan di kebutuhan masyarakat menyebabkan turunnya kesediaan menyusui dan lamanya menyusui.
Menurut Satoto (1990), pekerjaan terkadang mempengaruhi keterlambatan ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif. Secara teknis hal itu dikarenakan kesibukan ibu sehingga tidak cukup untuk memperhatikan kebutuhan ASI. Pada hakekatnya pekerjaan tidak boleh menjadi alasan ibu untuk berhenti memberikan ASI secara eksklusif. Untuk menyiasati pekerjaan maka selama ibu tidak dirumah, bayi mendapatkan ASI perah yang telah diperoleh satu hari sebelumnya.
Secara ideal tempat kerja yang mempekerjakan perempuan hendaknya memiliki “tempat penitipan bayi/anak”. Dengan demikian ibu dapat membawa bayinya ke tempat kerja dan menyusui setiap beberapa jam. Namun bila kondisi tidak memungkinkan maka ASI perah/pompa adalah pilihan yang paling tepat. Tempat kerja yang memungkinkan karyawatinya berhasil menyusui bayinya secara eksklusif dinamakan Tempat Kerja Sayang Ibu (Roesli, 2000).
2)    Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol.
Persepsi masyarakat akan gaya hidup mewah, membawa dampak terhadap kesediaan ibu untuk menyusui. Bahkan adanya pandangan bagi kalangan tertentu, bahwa susu botol sangat cocok buat bayi dan merupakan makanan yang terbaik. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup yang selalu berkeinginan untuk meniru orang lain, atau prestise.
3)     Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya.
Budaya modern dan perilaku masyarakat yang meniru negara barat, mendesak para ibu untuk segera menyapih anaknya dan memilih air susu buatan sebagai jalan keluarnya.
  1. Faktor kurangnya petugas kesehatan
Kurangnya petugas kesehatan didalam memberikan informasi kesehatan, menyebabkan masyarakat kurang mendapatkan informasi atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. Penyuluhan kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatannya.
  1. Meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI.
Peningkatan sarana komunikasi dan transportasi yang memudahkan periklanan distribusi susu buatan menimbulkan pergeseran perilaku dari pemberian ASI ke pemberian Susu formula baik di desa maupun perkotaan. Distibusi, iklan dan promosi susu buatan berlangsung terus, dan bahkan meningkat tidak hanya di televisi, radio dan surat kabar melainkan juga ditempat-tempat praktek swasta dan klinik-klinik kesehatan masyarakat di Indonesia.
Iklan menyesatkan yang mempromosikan bahwa susu suatu pabrik sama baiknya dengan ASI, sering dapat menggoyahkan keyakinan ibu, sehingga tertarik untuk coba menggunakan susu instan itu sebagai makanan bayi. Semakin cepat memberi tambahan susu pada bayi, menyebabkan daya hisap berkurang, karena bayi mudah merasa kenyang, maka bayi akan malas menghisap putting susu, dan akibatnya produksi prolactin dan oksitosin akan berkurang.
  1. Pemberian informasi yang salah
Pemberian informasi yang salah, justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan penggantian ASI dengan susu kaleng. Penyediaan susu bubuk di Puskesmas disertai pandangan untuk meningkatkan gizi bayi, seringkali menyebabkan salah arah dan meningkatkan pemberian susu botol. Promosi ASI yang efektif haruslah dimulai pada profesi kedokteran, meliputi pendidikan di sekolah-sekolah kedokteran yang menekankan pentingnya ASI dan nilai ASI pada umur 2 tahun atau lebih.
  1. Faktor pengelolaan laktasi di ruang bersalin (praktik IMD)
Untuk menunjang keberhasilan laktasi, bayi hendaknya disusui segera atau sedini mungkin setelah lahir. Namun tidak semua persalinan berjalan normal dan tidak semua dapat dilaksanakan menyusui dini. IMD disebut early initation atau permulaan menyusu dini, yaitu bayi mulai menyusui sendiri segera setelah lahir. Keberhasilan praktik IMD, dapat membantu agar proses pemberian ASI eksklusif berhasil, sebaliknya jika IMD gagal dilakukan, akan menjadi penyebab pula terhadap gagalnya pemberian ASI Eksklusif.
  1. Faktor-faktor lain
Ada beberapa bagian keadaan yang tidak memungkinkan ibu untuk menyusui bayinya walaupun produksinya cukup, seperti :
1)      Berhubungan dengan kesehatan seperti adanya penyakit yang diderita sehingga dilarang oleh dokter untuk menyusui, yang dianggap baik untuk kepentingan ibu (seperti : gagal jantung, Hb rendah).
2)      Masih seringnya dijumpai di rumah sakit (rumah sakit bersalin) pada hari pertama kelahiran oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya, walaupun sebagian besar daripada ibu-ibu yang melahirkan di kamar mereka sendiri, hampir setengah dari bayi mereka diberi susu buatan atau larutan glukosa.



Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :



MANFAAT ASI EKSKLUSIF


ASI ekslusif adalah intervensi yang efektik untuk mencegah kematian anak sedangkan menurut survei yang ditemukan kesadaran akan pemberian ASI semakin berkurang. Bahkan masyarakat masih khawatir apabila yang diberikan pada bayi tidak mengenyangkan sehingga pemberian ASI ditambah dengan susu formula ataupun air putih bahkan pemberian makanan pendamping ASI sebelum 6 bulan. Jelas saja ini merupakan kesalahan karena pemberian ASI ekslusif tidak seperti itu.
Pemberian ASI ekslusif didukung oleh UNICEF untuk meningkatkan kesadaran ibu menyusui. Kebutuhan nutrisi yang terkandung di dalam ASI sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Dukungan dari pemerintah untuk melarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan akan membantu dalam pemberian ASI ekslusif. Begitu pula pada ibu menyusui yang memiliki tanggung jawab sebagai wanita karir. Anda dapat menggunakan waktu senggang untuk memompa ASI dan tetap memberikan ASI ekslusif pada bayi.
berikut ini adalah jenis ASI dan manfaatnya untuk bayi :

1. Kolostrum

Merupakan cairan yang memiliki warna kekuning-kuningan umunya pada hari 1-3 setelah kelahiran. Jenis ASI ini dapat memberikan manfaat kepada bayi karena mengandung protein yang dapat berfungsi sebagai antibodi dalam membunuh kuman. Bahkan kolustrum seringkali dikatakan imunisasi pada bayi yang baru lahir karena manfaat antibodi yang baik untuk kesehatan.

2. Susu Transisi

Jenis ASI yang diproduksi setelah kolostrum pada hari ke 4-10 kelahiran bayi. Pada susu transisi terdapat immunoglobin protein dan juga laktosa dengan kosentrasi yang lebih rendah dari pada kolestrum akan tetapi memiliki kandungan lemak dan jumlah kalori yang tinggi. Adapun warna dari ASI yang berjenis susu transisi ini lebih putih dari kolostrum

3. Susu Matur

Sedangkan ASI yang keluar setelah 10 hari dan seterusnya setelah kelahiran disebut dengan susu matur. Warna dari ASI ini adalah berwarna putih kental sehingga komposisi dari ASI yang keluar dari isapan pertamanya adalah lemak dan juga karbohidrat yang lebih banyak dibandingkan dengan isapan terakhir. Inilah alasannya jangan terlalu cepat memindahkan bayi ketika sedang menyusui sebelum hisapan pada bayi habis.
Selain itu manfaat dari ASI ekslusif lainnya adalah sebagai berikut :
  1. ASI memberikan manfaat pada bayi karena mudah dicerna apabila ketika pencernaannya belum begitu sempurna (dibawah usia 6 bulan).
  2. ASI dapat menyempurnakan tumbuh kembang bayi anda.Bahkan ASI dapat membuat bayi sehat dan juga cerdas
  3. ASI dapat menjadi antibodi alami tubuh bayi terutama yang berhubungan dengan penyakit infeksi.
  4. ASI akan selalu ada pada suhu yang tepat sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan membuat bayi terlalu panas atau dingin
  5. Bahkan komposisi dan volume ASI akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Anda tidak perlu khawatir akan berkurang sampai 6 bulan
  6. Pada sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan. ASI merupakan makanan dan minuman yang tepat unuk bayi tanpa harus diberikan makanan atau cairan tambahan.
  7. Frekuensi bayi menyusu akan terganggu apabila diberikan minuman ataupun makanan selain ASI. Sehingga usahakan tetap memberikan ASI.

Monday, 5 September 2016

PERAN AYAH DALAM ASI


Proses menyusui yang sukses haruslah didukung oleh pasangan ibu dan ayah secara bersama-sama sebagai satu tim. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :
  • Bersikap mendukung. Proses menyusui bukanlah pekerjaan ringan. Dengan membawakan segelas air atau bantal ekstra bisa menjadi dukungan yang diperlukan.  Ayah ASI juga dapat membantu menggendong bayi yang hendak menyusu, kemudian membuat bayi bersendawa setelahnya. Ibu menyusui yang didukung cenderung menyusui lebih lama dibandingkan yang kurang mendapat dukungan dari sang ayah.
  • Maksimalkan kontak dengan bayi. Bangun ikatan ayah dan bayi dengan memeluk, membawa berjalan-jalan atau memandikan bayi. Manfaatkan tangan ayah ASI yang lebih kuat dan kokoh untuk menenangkan bayi yang menangis. Ayun perlahan, namun jangan sampai diguncang. Bayi juga dapat ditenangkan dengan suara berat yang dimiliki para ayah, bisa dengan kata-kata lembut atau nyanyian.
  • Membantu memberi ASI perah. Ayah ASI dapat membantu ibu memberikan ASI yang sudah diperah. Jika ASI perah diberikan dengan botol, sebaiknya tunggu hingga usia bayi 3-4 minggu. Hal ini perlu dilakukan agar bayi sudah mampu menguasai cara menyusu pada ibu dengan benar Saat bayi berusia 6 bulan, ayah dapat membantu memberi makanan pendamping ASI.
  • Menemani ibu memperoleh informasi menyusui.Jangan menganggap informasi menyusui hanya patut diketahui oleh ibu. Terutama pada awal-awal masa menyusui, peran ayah ASI sangat penting. Jika perlu, tanyakan kemungkinan sesi khusus yang diperuntukan bagi para ayah ASI pada rumah sakit atau layanan kebidanan setempat.
  • Memahami penurunan gairah seksual masa menyusui. Jangan menganggap pasangan tidak lagi tertarik untuk berhubungan intim. Saat menyusui, ibu mengalami penurunan hormon estrogen sehingga vagina lebih kering. Hal ini dapat memicu nyeri yang tidak nyaman saat berhubungan intim. Jika perlu, gunakan pelumas vagina yang dapat memperlancar hubungan tersebut.
Tak jarang para ayah merasa takut melakukan kesalahan karena menganggap bayi sangat rapuh. Untuk itu, penting untuk Ayah ASI harus bersikap santai dan menikmati seluruh proses menyusui bersama pasangan.
Menyusui merupakan salah satu tugas ibu yang tak kalah berat, dibandingkan proses hamil dan melahirkan. Dukungan pasangan sebagai ayah ASI merupakan hal penting yang dapat membantu melancarkan proses tersebut.

Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :



ASI Booster

Coklat MamaMilky (Penambah Volume Asi Dan Mengentalkan Asi)

KONTAK PERSON : SMS/WA : 0815 1146 2419  LINE : Hijrahcoklat03  BBM : D28042F6 KENAPA HARUS COKLAT MAMAMILKY...