Friday, 21 October 2016

KENAPA HARUS ASI EKSLUSIF 6 BULAN ?

 ASI Ekslusif

       Semua ibu dapat menyusui, hanya sedikit sekali ibu yang benar-benar tidak dapat menyusui, sebagian besar ibu yang merasa tidak dapat menyusui atau merasa ASI-nya kurang, sebenarnya hanya disebabkan karena kurangnya pengertian tentang ASI dan kurang terampil dalam menatalaksanakan menyusui yang benar.
Menyusui memang suatu proses alamiah, tetapi kita harus tahu bagaimana cara menyusui yang benar. Ketrampilan untuk dapat menyusui adalah suatu seni yang dapat dan harus dipelajari melalui pengamatan dan pelatihan. Dengan penatalaksanaan yang benar, ASI dapat menjadi makanan tunggal bagi bayi sampai berusia enam bulan. Hanya seorang ibu, dengan dukungan dan pengertian penuh dari suami ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi.
ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI, tanpa diberi tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air putih sekalipun. Selain tambahan cairan, bayi juga tidak diberikan makanan padat lain, seperti: pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim dan lain-lain. Pemberian ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu minimal empat bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia enam bulan
Bayi dapat mencapai pertumbuhan optimal apabila diberi ASI eksklusif sampai usia 4-6 bulan, dan setelah itu tetap diberikan sampai usia 2 tahun dengan diberi tambahan makanan pendamping ASI.
Bayi yang kurang mendapatkan ASI berarti kurang berkesempatan untuk mengembangkan kecerdasannya. ASI kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat penting untuk mendukung kecerdasan seorang anak. Bayi kurang ASI juga rentan untuk menderita infeksi, dan umumnya kurang ASI berarti juga kurang belaian kasih sayang dari ibunya.

Segi positif lain dari pemberian ASI adalah :
  1. Menyusui mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
  2. Menyusui menghindarkan ibu dari kemungkinan timbulnya kanker payudara.
  3. Mencegah timbulnya diabetes melitus pada masa bayi (anak-anak).
  4. Mencegah hipertensi pada anak-anak (Tuti Soenardi, 2004).
Produksi ASI (Air Susu Ibu)
Air susu ibu di produksi pada bagian awal saluran kecil air susu. Jaringan di sekeliling saluran-saluran air susu dan alveoli terdiri dari jaringan lemak, jaringan pengikat tersebut menentukan ukuran payudara. Selama masa kehamilan, payudara membesar dua sampai tiga kali ukuran normalnya, dan saluran-saluran air susu serta alveoli dipersiapkan untuk masa laktasi.
Setelah melahirkan, laktasi dikontrol oleh dua macam refleks, yaitu :
  1. Refleks produksi air susu (milk production reflex)
    Bila bayi menghisap puting payudara, akan diproduksi suatu hormon yang disebut prolaktin (prolactin) yang akan mengatur agar sel-sel dalam alveolli memproduksi air susu. Air susu ini dikumpulkan dalam saluran-saluran air susu.
  2. Refleks mengeluarkan (let down reflekx).
    Hisapan bayi juga merangsang produksi hormon lain yang disebut oksitosin (oxytocin), yang akan membuat sel-sel di sekitar alveoli berkontraksi, sehingga air susu didorong menuju puting payudara
Jumlah produksi ASI, bergantung pada :
  • Besarnya cadangan lemak yang tertimbun selama hamil dan dalam batas tertentu,
  • Diet selama menyusui,
  • Faktor lingkungan seperti perilaku masyarakat terhadap pemberian ASI,
  • Persiapan peng-ASI-an,
  • Kecanduan pada rokok dan alkohol,
  • kesegeraaran memberikan ASI setelah melahirkan,
  • Saat pemberian makanan lengkap,
  • Penggunaan tablet KB.

Thursday, 20 October 2016

MENGATUR JADWAL MAKAN BAYI USIA 6 BULAN




 

    Bagi ibu yang memiliki balita  usia 6 bulan tentu saja jadwal makan tidak asing lagi. Seorang ibu pasti mengetahui bahwa pemberian ASI eksklusif bagi bayi diwajibkan selama 6 bulan dan setelah itu seorang bayi sudah dapat diberi makanan pengganti ASI. Makanan pengganti ASI (MPASI) yang seperti apakah yang baik bagi bayi berusia 6 bulan? Mengingat pada masa inilah anak dikenalkan dengan makanan di luar ASI. Sebelum mengetahui tentang jenis makanan yang baik bagi kita tentu saja kita perlu  mengetahui apa perkembangan yang sudah dapat terjadi pada sang buah hati guna menyesuaikan dan mendukung tumbuh kembangnya.

Mengapa Mengatur Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Penting?

Setiap ibu yang memiliki balita  perlu mengetahui pentingnya pengaturan makanan bagi bayi 6 bulan. Hal ini merupakan awal mula seorang bayi dikenalkan dengan bentuk, warna dan rasa dari sebuah makanan di luar Air Susu Ibu. Agar kebutuhan gizi bayi kita dapat terpenuhi kita harus memperhatikan segala aspek, mulai dari waktu memberi makan, frekuensi, porsi atau jumlah makanan, jenis maupun pemilihan sumber makanan.
Pemberian menu MPASI bayi 6 bulan tentu harus dilakukan bertahap dan harus disesuaikan dengan perkembangan bayi pada saat tersebut karena selain sebagai sumber energi pemberian makanan ini diharapkan dapat memberi stimulus atau rangsangan yang baik bagi tumbuh kembang sang buah hati. Pada usia 6 bulan dalam tumbuh kembangnya seorang bayi dapat dilatih dan dapat menerima stimulus motorik dengan baik, sehingga dapat melatih anak untuk memegang makanannya sendiri.
Tahap awal pemberian MPASI ini dapat dilakukan dengan memberikan makanan dengan konsistensi yang cair atau lebih encer seperti bubur susu maupun biskuit yang diencerkan. Setelah itu perlahan-lahan bayi dikenalkan dengan makanan yang memiliki konsistensi lebih kasar seperti bubur tim dan setelah mencapai usia 9 bulan sang buah hati sudah dapat diberikan nasi dengan konsistensi yang lembek. Pada umumnya untuk menu MPASI bayi 6 bulan dianjurkan hanya memberikan makanan dengan konsistensi yang cair saja.
Sebagai contoh jadwal makan bayi 6 bulan, Bunda bisa mengikuti contohnya di bawah ini sebagai acuan di rumah. Akan tetapi ini bukanlah patokan baku, Bunda bisa menyesuaikan dengan keadaan di rumah dan juga melihat keinginan sang buah hati.
  • 06.00 : setelah bayi bangun pagi, berikan ASI sebanyak kurang lebih 200cc atau 1 gelas.
  • 08.00 : berikan biskuit yang diencerkan dengan air/ASI
  • 11.00 :berikan bayi buah yang dihaluskan, bisa ditambahkan dengan ASI kurang lebih 200cc atau 1 gelas.
  • 14.00 : setelah tidur siang, berikan bayi bubur susu.
  • 16.00 : berikan ASI
  • 18.00 : berikan bayi buah yang dihaluskan atau biskuit yang diencerkan dengan ASI
  • 19.00 : sebelum tidur berikan bayi ASI/susu formula.

Makanan Apa Saja yang Bisa Menjadi Makanan Bayi 6 Bulan?

Setelah mengetahui pentingnya jadwal pemberian makanan bagi sang buah hati, penting juga bagi ibu untuk mengetahui pilihan jenis makanan yang baik bagi tumbuh kembang bayi. Seperti sudah dibahas di atas mengenai pilhan makanan cair ataupun semicair pada bayi usia 6 bulan, Ibu bisa menyiapkan makanan berupa bubur susu. Bubur susu sebaiknya disiapkan sendiri oleh Ibu, dengan mencampurkan tepung beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula. Untuk pengenalan rasa kepada sang buah hati, Ibu bisa selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, maupun labu kuning.
Pemberian makanan kepada bayi juga dianjurkan dilakukan bertahap dan tidak perlu memaksa sang buah hati untuk menghabiskan sejumlah makanan. Hal ini karena kita sedang mengenalkan makanan baru pada buah hati, biarkan ia menikmati setiap rasa baru yang masuk ke dalam mulutnya. Secara perlahan kita dapat menambah kekentalan makanan dan juga jumlah atau porsinya. Jangan mencampur beberapa jenis makanan dalam 1 sajian, hal ini dilakukan guna mengetahui apakah sang buah hati memeiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Untuk pilihan buah bagi sang buah hati, terdapat sejumlah pilihan seperti beberapa jenis pisang contohnya pisang raja dan pisang ambon. Selain pisang, buah labu, apel, pear, alpukat dan mangga dapat menjadi salah satu pilhan untuk menu MPASI bayi 6 bulan yang bisa digunakan Ibu di rumah. Selain memberikan langsung jenis buah-buahan di atas, Ibu juga bisa mencoba untuk membuat jus dengan mencampurkan susu dengan salah satu buah-buahan di atas sebanyak 2 sendok makan untuk satu kali makan. Pemberian satu jenis buah dapat diberikan 2-3 hari agar buah hati mengenal rasa buah tersebut dengan baik.
Selain mengetahui jadwal dan juga jenis pilihan makanan yang baik bagi bayi 6 bulan, Bunda juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ini dalam pengenalan menu MPASI pada buah hati:
  • MPASI awalnya diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi.
  • Pemberian MPASI dapat dilakukan dilakukan secara bertahap di sela-sela pemberian ASI. Contohnya pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari.
  • Pada awal pengenalan sebaiknya Bunda memberikan sayuran dibanding buah-buahan, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar. Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis.
  • Untuk menambah cita rasa, MPASI seperti bubur tim bisa menggunakan kaldu ayam, sapi yang Ibu buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri.
  • Perhatikan pemberian bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum.
  • Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi.
  • Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya.
Setelah mengetahui pemberian jadwal makan bayi 6 bulan, pemilihan jenis makanan dan hal-hal penting lainnya Ibu bisa menyesuaikan pengaturan makanan bagi sang buah hati sesuai dengan kondisinya. Jangan paksakan bayi untuk mengkonsumsi makanan tertentu pada masa pengenalan MPASI ini dan perhatikan juga pengolahan makanan yang harus bersih dan higienis karena kesehatan sang buah hati tetaplah menjadi prioritas utama Ibu.


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html

Monday, 17 October 2016

PENYEBAB ASI TIDAK KELUAR DAN SOLUSINYA

 

 

 

        Setiap Ibu pasti ingin memberi yang terbaik untuk sang buah hati. ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan. Namun tak jarang, Ibu menyusui yang tidak kunjung keluar ASI. Atau keluar tapi hanya sedikit dan tidak lancar. Akibatnya, muncul suasana di lematis. Jika tidak segera memberikan ASI kepada bayi dan khawatir akan kenapa-kenapa. Sedangkan mau memberikan ASI tapi ASI-nya belum keluar. Suasana yang sungguh tidak nyaman seorang Ibu akan mengalami lelah fisik dan juga stress. Padahal dengan kondisi demikian ASI justru makin tertahan tidak cepat keluar. 

 

Inilah 6 Penyebab ASI Tidak Keluar 

1. Kurangnya Stimulasi Menyusui 

Produksi ASI dipengaruhi dengan semakin seringnya bayi menyusui. Ketika bayi menyusu tubuh akan mengeluarkan hormon oksitosin yang berfungsi penting dalam pengeluaran ASI.
Ketika bayi menyusu akan ada pula respon ke otak ibu untuk mengeluarkan ASI lebih banyak. Jadi semakin jarang menyusu dan semakin cepat waktu menyusu berpengaruh dengan jumlah ASI.
Sebaiknya susui bayi minimal 20 menit tiap payudaranya. Jika sudah selesai satu payudara dapat berganti ke payudara satunya. Posisi menyusu yang baik juga harus diperhatikan.

2. Kelelahan, Stres & Penyakit Ibu

Kurangnya istirahat merupakan penyebab tersering produksi ASI berkurang. Stres piskologis juga mempengaruhi kuantitas ASI.
Bagi ibu yang bekerja, Anda tetap dapat memompa atau memerah susu Anda sehingga produksi ASI tidak berkurang. Infeksi ataupun penyakit yang dialami ibu dapat menurunkan jumlah ASI.
Penyakit-penyakit seperti gangguan fungsi tiroid dan anemia merupakan sebagian penyakit yang dapat menyebabkan produksi ASI sedikit.

3. Kafein, Rokok & Alkohol

Konsumsi kafein dalam jumlah besar dapat membuat tubuh dehidrasi. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI.
Terlalu banyak kafein juga mempengaruhi bayi karena beberapa kafein dapat dikeluarkan lewat ASI sehingga menyebabkan bayi mengalami gangguan tidur dan rewel.
Merokok dapat menggangu pelepasan hormon oksitosin yang berfungsi untuk menstimulasi keluarnya ASI dari payudara ibu.
Alkohol dapat mengganggu proses keluarnya ASI dari payudara, selain itu dapat pula merubah rasa ASI, dan yang terburuk adalah dapat mengganggu perkembangan bayi.

4. Obat-obatan & Pil KB

Beberapa jenis obat-obatan seperti golongan antihistamin, dekongestan (pelega nafas) dan diuretik dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI.
Pil KB yang mengandung estrogen dapat menurunkan jumlah ASI yang diproduksi. Sebaiknya jika ingin menggunakan pil KB saat menyusui gunakan yang hanya mengandung progesteron saja atau konsultasikan dengan dokter yang menangani Anda.
Sebenarnya pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan juga merupakan KB alami termudah.

5. Diet & Hamil Saat Menyusui

Diet yang tidak sehat sehingga menyebabkan dehidrasi dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi saat menyusui dan konsumsi air putih 8 gelas sehari.
Dilain sisi, kondisi kehamilan juga mempengaruhi produktivitas ASI yang ada. Jika Anda hamil saat menyusui, hormon kehamilan dapat menyebabkan berkurangnya jumlah ASI.

6. Riwayat Operasi Payudara

Riwayat operasi payudara dapat mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi terutama bila saluran ASI nya pun ikut rusak.

Kunci Sukses Menyusui

  1. Keinginan yang kuat untuk memberikan nutrisi terbaik bagi si baby


Untuk dapat menyusui bayinya, seorang Ibu harus punya keinginan yang kuat dari dalam dirinya untuk memberikan yang terbaik kepada si bayi, yaitu ASI. Motivasi yang kuat ini akan menggerakkan semua sumber daya fisik dan emosi si Ibu untuk segera menghasilkan ASI.
Dengan memiliki keinginan yang kuat dan kasih sayang yang tulus dan tinggi, maka produksi ASI bisa terpacu. Ada istilah LDR, yaitu aliran ASI yang deras ketika diminum si baby maupun dipompa. LDR bisa didapatkan dengan memandangi si bayi dan ada perasaan sayang sama si baby
Jika ASI belum keluar pada hari pertama si bayi lahir, bukan berarti dia tidak akan keluar seterusnya. Banyak Ibu yang baru keluar ASI pada hari kedua atau ketiga setelah si bayi lahir. Maka selain keinginan yang kuat, si Ibu juga harus berusaha dengan mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi yang akan menjadi bahan baku produksi ASI, khususnya sayur dan buah.

2. Dukungan Ayah & Keluarga

Tidak akan ada artinya motivasi yang kuat dari dalam diri si Ibu untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati, jika Ayah si bayi beserta seluruh keluarga (orang tua / mertua, saudara) tidak memberikan dukungan.
Jangan mendesak Ibu untuk segera mengeluarkan ASI. Desakan itu justru akan membuat ASI tidak kunjung keluar alias mampet. Yang perlu dilakukan adalah ciptakan suasana yang nyaman di dalam keluarga sehingga si Ibu merasa rileks dan nyaman. Dengan demikian ASI-nya akan lekas terproduksi dengan lancar.
Jangan pula mendesak si Ibu untuk segera memberi bayinya susu formula. Makanan terbaik bayi adalah ASI yang diproduksi Ibunya sendiri. Bukan susu sapi yang sudah diekstrak menjadi susu formula itu.
Untuk memenuhi kebutuhan si Ibu dalam memproduksi ASI, siapkanlah makanan bergizi tinggi. Bantulah Ibu bayi dalam menyiapkan segala keperluan sehingga si Ibu bisa fokus merawat bayinya.

3. Suasana hati yang nyaman dan gembira
Nah ini tidak boleh dilupakan. Suasana hati yang nyaman dan gembira sangat mempengaruhi produksi ASI. Sebaliknya, hati yang stress (misalnya baru beradaptasi dengan si bayi ketika baru pertama punya anak, tuntutan yang tinggi untuk segera dapat menyusui, atau stress karena pekerjaan) dapat menghambat produksi ASI.
Sebisa mungkin minimalisir perasaan stess, lakukan hal-hal yang bisa menyenangkan perasaan bunda seperti memasak, makan diluar, jalan-jalan atau sesekali belanja barang yang anda inginkan.
Kadang masalah dikantor juga bisa jadi penyebab, selesaikan semua masalah pekerjaan bunda dan biarkan ketika dirumah suasana hati jadi lebih tenang. karena sebagian besar asi yang tidak keluar atau tidak lancar selalu menimpa ibu yang bekerja.

4. Nutrisi untuk Memperlancar ASI
Nah, bagaimana jika ternyata setelah melahirkan, ASI tidak bisa lancar? Sedangkan segala macam usaha sudah dilakukan. Dan si bayi sudah mulai kenal dengan susu formula?

Sunday, 16 October 2016

TIPS MENINGKATKAN BERAT BADAN BAYI



Masalah kekurangan berat badan pada bayi, sebenarnya dapat dicegah sejak masa kehamilan dengan cara yang mudah dan sederhana. Anda hanya perlu menjaga kesehatan, mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dengan gizi seimbang, rajin memeriksakan kondisi kandungan ke dokter, dan mengonsumsi suplemen, seperti vitamin, serta zat besi. Tetapi, jika Si Bayi terlanjur mengalami kekurangan berat badan, ia harus mendapat penanganan sesuai dengan tahapan usianya, seperti berikut ini :

Beberapa tips untuk menaikkan berat badan bayi yang dapat ibu lakukan antara lain:

  • Berilah asupan ASI yang berkualitas kepada sang bayi.
    Bayi yang berumur di bawah 6 bulan belum diperbolehkan memakan makanan luar, hanya diperbolehkan mengonsumsi ASI saja. Dan untuk menaikkan berat badan bayi yang berumur di bawah 6 bulan ini harus dengan cara meningkatkan pemberian ASI yang berkualitas kepada bayi. Ini di sebabkan semua nutrisi yang di butuhkan oleh sang bayi harus terdapat pada ASI, yang merupakan makanan satu-satunya bagi bayi di bawah 6 bulan. Agar ASI berkualitas, asupan makanan sang ibu menyusui juga harus lengkap dan cukup. Selain itu ibu menyusui juga harus mampu menghindari stress, sebab stress dapat mempengaruhi kualitas ASI.
  • Jadwalkan dengan teratur pemberian MPASI pada sang bayi.
    Pada saat umur bayi di atas 6 bulan ibu sudah dapat memberikan MPASI (makanan pengganti ASI) kepada sang bayi. Saat bayi sudah mendapatkan MPASI, sang bayi akan mengonsumsi ASI dengan jumlah sedikit. Ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sudah di dapat dari MPASI. Untuk bayi yang berumur di atas 6 bulan anda dapay menaikkan berat badan bayi dengan memberikan MPASI sebanyak 2 sampai 3 kali perharinya. Sesuaikan porsi MPASI dengan umur bayi anda. Dalam memilih MPASI yang harus sangat diperhatikan adalah kandungan MPASI itu sendiri. Terutama adalah kalori, untuk kalori anda dapat menambahkan MPASI dengan keju atau minyak sayur.
  • Berilah sang bayi komposisi yang tepat.
    Perhatikanlah jenis bahan yang anda berikan kepada bayi jika ingin menaikkan berat badan bayi anda. Ini agar nutrisi yang dibutuhkan sang bayi tercukupi dan seimbang. Untuk MPASI, anda dapat memberikan komposisi karbohidrat lauk dan sayur 50 banding 50. Contohnya nasi tim sebanyak 4 sendok makan di tambah lauk dan sayur masing-masing 2 sendok makan. Agar cara menaikkan berat badan bayi lebih maksimal, anda dapat memberikan buah hati cemilan sehat, yaitu 2 kali per hari. Cemilan itu dapat anda berikan pada waktu menjelang siang dan pada saat hari menjelang sore.

Friday, 14 October 2016

KERUGIAN PENGGUNAAN SUSU FORMULA PADA BAYI

  • Segi Kandungan
· Rentan terhadap penyakit.
Air susu ibu (ASI) banyak mengandung zat antibody (zat yang meningkatkan kekebalan tubuh), sehingga bayi yang mendapatkan air susu ibu secara tidak langsung sudah mendapatkan kekebalan terhadap kuman penyebab penyakit.
· Beban pada ginjal.
Kandungan protein pada susu formula jauh lebih tinggi dari air susu ibu, sehingga jumlah zat yang larut pada susu formula lebih tinggi yang mengakibatkan beban pada ginjal.
· Gangguan pencernaan.
Pada air susu ibu, kandungan lemaknya mudah diserap dibanding dengan lemak yang terdapat pada susu formula. Pada bayi premature (kurang bulan) yang diberi susu formula sering timbul gangguan pencernaan dimana buang air besarnya bercampur dengan lemak.
· Pencemaran oleh kuman.
air susu ibu pada umumnya bebas kuman, kecuali bila ibu menderita suatu penyakit infeksi. Pada susu formula kemungkinan terjadinya pencemaran oleh kuman besar.
· Alergi.
Belum pernah terjadi adanya bayi yang alergi terhadapat air susu ibu. Namun kemungkinan timbulnya alergi terhadap susu formula ada, karena terbuat dari susu sapi dan dalam proses pengolahan susu formula telah ditambahkan beberapa bahan lain.
  •  Segi Penyajian
  1.  Pencemaran
  2.  Tersedak
  3.  Muntah dan perut kembung.
  4.  Alergi.
  5.  Kebutuhan tak terkontrol.
  6.  Merepotkan
  7.  Mahal
  •  Kerugian pada ibu

Menyusui langsung anak dengan air susu ibu menyebabkan rahim cepat mengkerut, ini berguna untuk mengentikan perdarahan setelah melahirkan. Pada penggunaan susu formula tentunya hal ini tidak terjadi.
Ibu-ibu yang menyusui anaknya juga terbukti menjarangkan kehamilan walau tidak 100%, pada penggunaan susu formula tidak menjarangkan kehamilan sama sekali.

Thursday, 13 October 2016

GIZI SEIMBANG BAGI IBU MENYUSUI






 
    Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat di butuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, otot, serta kebiasaan makan yang memuaskan.
Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah :

  1. Pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang di produksi per hari.
  2. Protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari.
  3. Suplemen, jika makan seimbang, suplemen tidak diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lelebihan zat gizi
  4. Aktivitas

Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Menyusui

Kebutuhan nutrisi selama laktasi di dasarkan pada kandungan  nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.

Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui

Kebutuhan kalori selama menyusui proporsional dengan jumlah air susu ibu yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama hamil. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nurisi baik adalah 70 kal/100 ml, dan kira-kira 85 kal diperlukan oleh ibu untuk tiap 100 ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640 kal/ hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal/hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu harus mengonsumsi 2300-2700 kal ketika menyusui.

Protein

Ibu memerlukan tambahan 20 gram diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya 16 % dari tambahan 500 kal yang dianjurkan.

Cairan

Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjurkan ibu menyusui minum 2-3 liter per hari, dalam bentuk air putih, susu dan jus buah.

Vitamin dan mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral selama menyusui lebih tinggi daripada selama hamil.

Dampak Kekurangan Gizi Ibu Menyusui

Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang

Pendidikan Gizi Bagi Ibu Menyusui

  1. Buatlah setiap gigitan berarti.
    Makan makanan yang bermanfaat untuk menghasilkan susu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan mempercepat kondisi setelah melahirkan
  2. Semua kalori tidak diciptakan setara.
    Memilih makanan yang mengandung kalori sesuai dengan kebutuhan.
  3. Jika anda kelaparan, maka bayi juga.
    Jangan melewatkan makan jika saat menyusui karena dapat memperpendek umur dan daya hidup.
  4. Jadilah ahli efesiensi.
    Memilih makanan yang bergizi tidak harus mahal, yang terpenting sesuai dengan kebutuhan nutrisi selama laktasi.
  5. Karbohidrat adalah isu komplek.
    Karbohidrat komplek kaya akan vitamin dan mineral, sehingga menghasilkan air susu yang baik dan cukup.
  6. Yang manis tidak ada manfaatnya- bahkan menimbulkan masalah.
    Kalori yang berasal dari gula, kurang bermanfaat, konsumsi makanan yang manis dikurangi.
  7. Makanlah makanan yang alami.
    Makanan olahan biasanya banyak kehilangan nilai gizinya sehingga akan mengurangi nilai gizi air susu.
  8. Buatlah kebiasaan makan yang baik sebagai kebiasaan keluarga hal ini akan bermanfaat untuk kesehatan keluarga.

Wednesday, 12 October 2016

RELAKTASI ASI


Anak-anak yang sempat terhenti untuk mendapat ASI bisa mendapatkan ASI kembali. Karena ternyata produksi ASI dari seorang ibu dapat diaktifkan kembali. Jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui. Relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui. Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras. Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.
 Seorang ibu yang baru saja berhenti menyusui tiga atau enam bulan, hampir pasti bisa menyusui kembali. Sementara itu, nenek yang sudah menopause saja bisa menyusui lagi atau ibu yang tidak pernah hamil dan melahirkan juga bisa menyusui. Hanya, memang ada tahap-tahap yang harus dilakukan dan dibantu oleh konselor laktasi. Saat ini, di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh setiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang bahkan terhenti. Saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI. Sebuah kasus yang tidak pernah menyusui hingga anak berusia enam bulan karena alasan tertentu, lalu menyusui lagi diperlukan waktu sekitar 1 sampai 1,5 bulan. Dengan cara yang benar dan tepat, ini bisa dilakukan untuk pemenuhan gizi anak di bawah usia dua tahun.

Tips dan Cara
  • Ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Sevara umum terdapat dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas.
  • Mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Di sini biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactationaid.
Persiapan Mental Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan terlebih dahulu alasan-alasan yang telah dikemukakan diatas, dan ajaklah keluarga, terutama suami, untuk membantu dalam melakukan persiapan mental:
  • Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  • Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di lingkungan, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Sering membuka informasi internet atau milis kesehatan di internet.
  • Percaya diri dan motivasi yang tinggi adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun yakin bahwa perjuangan akan membuahkan hasi

Persiapan Relaktasi Bila sudah mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat dilakukan adalah :
  • Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
  • Mintalah kepada dokter obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi.
  • Kurangi jadwal kegiatan diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  • Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa aku sangat mencintaimu, dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.
  • Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.
 Cara Melakukan Relaktasi Relaktasi :

  • Cobalah untuk menyusui bayi setiap 2 jam sekali.
  • Biarkan bayi menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Sebaiknya membiarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  • Usahakan untuk selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan.
  • Sebagai langkah awal harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.
  • Segera setelah ASI mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.
  • Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
  • Lama berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk menghasilkan kembali pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan dibutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.
  • Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan, posisi badan dan posisi pelekatan bayi sudah benar, nyaman dan tepat.
  • Sebaiknya mengurangi sexara bertahap pemberian makanan (susu formula) lewat botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya tidak memberikan empeng pada bayi. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi pada empeng dengan comfort sucking pada payudara.
  • Jika bayi menolak mengisap payudara yang ’kosong’, dapat memberikan susu (formula atau ASIP) pada saat bayi sedang mengisap payudara dengan memeriksa secara teratur apakah bayi tidak kekurangan nutrisi. Hal itu dilakukan dengan memantau kenaikan berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan frekuensi harian BAK (5-6 kali).

ASI Booster

Coklat MamaMilky (Penambah Volume Asi Dan Mengentalkan Asi)

KONTAK PERSON : SMS/WA : 0815 1146 2419  LINE : Hijrahcoklat03  BBM : D28042F6 KENAPA HARUS COKLAT MAMAMILKY...