Wednesday, 12 October 2016

RELAKTASI ASI


Anak-anak yang sempat terhenti untuk mendapat ASI bisa mendapatkan ASI kembali. Karena ternyata produksi ASI dari seorang ibu dapat diaktifkan kembali. Jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui. Relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui. Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras. Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.
 Seorang ibu yang baru saja berhenti menyusui tiga atau enam bulan, hampir pasti bisa menyusui kembali. Sementara itu, nenek yang sudah menopause saja bisa menyusui lagi atau ibu yang tidak pernah hamil dan melahirkan juga bisa menyusui. Hanya, memang ada tahap-tahap yang harus dilakukan dan dibantu oleh konselor laktasi. Saat ini, di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh setiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang bahkan terhenti. Saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI. Sebuah kasus yang tidak pernah menyusui hingga anak berusia enam bulan karena alasan tertentu, lalu menyusui lagi diperlukan waktu sekitar 1 sampai 1,5 bulan. Dengan cara yang benar dan tepat, ini bisa dilakukan untuk pemenuhan gizi anak di bawah usia dua tahun.

Tips dan Cara
  • Ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Sevara umum terdapat dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas.
  • Mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Di sini biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactationaid.
Persiapan Mental Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi. Sebaiknya, diskusikan terlebih dahulu alasan-alasan yang telah dikemukakan diatas, dan ajaklah keluarga, terutama suami, untuk membantu dalam melakukan persiapan mental:
  • Bersiap-siaplah untuk menghadapi stres yang mungkin akan dialami selama minggu-minggu pertama dimulainya masa relaktasi. Ada kemungkinan bayi akan menolak menyusu langsung dari payudara, atau bayi akan lebih banyak menangis karena merasa frustasi dengan sedikitnya ASI yang mulai keluar.
  • Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di lingkungan, selain suami dan keluarga. Misalnya, dokter, konsultan laktasi ataupun teman yang pernah berhasil melakukan kegiatan relaktasi. Sering membuka informasi internet atau milis kesehatan di internet.
  • Percaya diri dan motivasi yang tinggi adalah kunci utama keberhasilan program relaktasi. Percaya bahwa akan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk bayi, dan walaupun awalnya terasa sangat sulit, namun yakin bahwa perjuangan akan membuahkan hasi

Persiapan Relaktasi Bila sudah mantap memutuskan untuk melakukan relaktasi, berikut adalah persiapan awal yang dapat dilakukan adalah :
  • Pastikan cukup makan dan minum. Mulai meningkatkan konsumsi protein dan cairan ke dalam menu makan sehari-hari untuk membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
  • Mintalah kepada dokter obat yang dapat membantu tubuh dalam memproduksi ASI, atau mulai mengkonsumsi jamu ataupun jenis makanan lainnya yang dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Banyak beristirahat. Mulailah mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang sekiranya bisa delegasikan, karena akan menghabiskan hampir seluruh waktu bersama bayi selama minggu-minggu pertama program relaktasi.
  • Kurangi jadwal kegiatan diluar rumah, dalam minggu-minggu pertama masa relaktasi sedapat mungkin menghabiskan waktu 24 jam dalam sehari bersama bayi.
  • Tingkatkan skin to skin contact dengan bayi. Tidurlah bersamanya baik pada malam maupun siang hari, dekaplah dan gendonglah sesering mungkin. Katakan kepadanya bahwa aku sangat mencintaimu, dan ingin memberikan yang terbaik untuknya.
  • Sebisanya mungkin seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan bayi dikerjakan sendiri, seperti memandikan, menggantikan popok, menidurkan dan mengajaknya bermain.
  • Berlatih memposisikan bayi pada payudara. Cobalah dengan berbagai cara untuk menemukan kembali posisi yang paling nyaman ketika mulai menyusui.
 Cara Melakukan Relaktasi Relaktasi :

  • Cobalah untuk menyusui bayi setiap 2 jam sekali.
  • Biarkan bayi menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.
  • Sebaiknya membiarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.
  • Usahakan untuk selalu bersama bayi terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin (penghasil ASI) sedang banyak-banyaknya dihasilkan.
  • Sebagai langkah awal harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.
  • Segera setelah ASI mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.
  • Jika bayi kadang-kadang masih menyusu, pasokan ASI dapat meningkat dalam beberapa hari. Jika bayi sudah berhenti menyusu, mungkin diperlukan beberapa minggu untuk menghasilkan kembali pasokan ASI.
  • Lama berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Jika baru berhenti menyusui, maka dibutuhkan waktu yang tidak lama untuk menghasilkan kembali pasokan ASI. Namun, jika telah berhenti menyusui lama, mungkin akan dibutuhkan waktu yang lama pula untuk menghasilkan ASI kembali.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.
  • Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.
  • Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan, posisi badan dan posisi pelekatan bayi sudah benar, nyaman dan tepat.
  • Sebaiknya mengurangi sexara bertahap pemberian makanan (susu formula) lewat botol yang menggunakan dot bayi. Gantilah dengan metode pemberian melalui cangkir, sendok, pipet ataupun dengan jari tangan. Sebaiknya tidak memberikan empeng pada bayi. Gantilah kebiasaan comfort sucking bayi pada empeng dengan comfort sucking pada payudara.
  • Jika bayi menolak mengisap payudara yang ’kosong’, dapat memberikan susu (formula atau ASIP) pada saat bayi sedang mengisap payudara dengan memeriksa secara teratur apakah bayi tidak kekurangan nutrisi. Hal itu dilakukan dengan memantau kenaikan berat badannya, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan, dan frekuensi harian BAK (5-6 kali).

MANFAAT ASI EKSLUSIF

  • Sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat. Air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, berkembang menjadi pengidap diabetes tipe 2, atau meningitis lebih rendah ketimbang bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim.
  • Ingin memiliki anak yang cerdas? Coba beri bibit jitu sejak dia masih kecil yaitu ASI eksklusif. Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara Anda dan Si Kecil yang terjadi selama proses menyusui  mungkin turut memberi kontribusi.
  • Berat badan ideal. Si Kecil lebih mungkin tumbuh dengan bobot tubuh normal jika diberi ASI eksklusif. Mengapa demikian? Para ahli mengemukakan bahwa ASI mengandung lebih sedikit insulin ketimbang susu formula, sedangkan insulin dapat memicu pembentukan lemak. Maka ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi juga akan memiliki leptin (hormon yang memiliki peranan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme lemak) lebih banyak.
  • Tulang bayi lebih kuat. Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali.
  • Mendapat limpahan kolesterol. Pada orang dewasa, kolesterol merupakan asupan yang tidak baik. Namun itu tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya dan zat ini banyak ditemukan pada ASI.
  • Mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat dia tidur.
  • Hubungan ibu dan anak lebih kuat. Saat menyusui, Anda akan bersentuhan dengan kulit Si Kecil dan saling bertatap-tatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan Anda dengannya.
  • Tubuh lebih cepat langsing. Tahukah Anda bahwa menyusui dapat membakar kalori? Ya, kalori yang terpakai saat menyusui bisa mencapai 500 kalori per harinya.
  • KB alami. Ovulasi bisa terhambat ketika Anda memberikan ASI eksklusif. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda disarankan untuk siap menyusuinya kapanpun ketika dia membutuhkan.
  • Stres berkurang. Menyusui bisa merangsang produksi hormon oksitoksin yang bisa memuat Anda terasa rileks.

Monday, 10 October 2016

ALASAN MENGAPA ASI LEBIH BAIK DARIPADA SUSU FORMULA

 

Banyak ibu yang belum memahami mengapa memberikan ASI eksklusif lebih baik daripada menggantinya dengan susu formula. Kebanyakan, karena alasan bekerja, mereka menyerahkan nutrisi bayi mereka kepada susu formula. Padahal, bekerja bukanlah alasan yang tepat untuk melalaikan kewajiban menyusui untuk bayi mereka.

Ada 10 alasan mengapa pemberian ASI lebih baik daripada menggantinya dengan susu formula:
1. Tingginya kandungan lemak dalam ASI membantu bayi untuk mendapatkan berat badan dengan cepat.
    Lemak esensial juga menyediakan vitamin A, D & E untuk bayi Anda.
2. Semakin tinggi kadar kolesterol dalam ASI dapat membantu melindungi terhadap masalah-masalah
    kolesterol tinggi di kemudian hari.
3. Protein dan lemak secara keseluruhan susu sapi lebih sulit untuk dicerna dan diserap oleh bayi daripada
    yang dalam ASI.
4. Seluruh susu sapi juga mengandung protein dalam jumlah yang berlebihan, natrium dan kalium yang dapat
    memberikan beban pada ginjal bayi yang belum matang. Dalam hal ini, ASI mengandung vitamin yang
    larut dalam air dan protein yang baik untuk bayi Anda.
5. Ibu menghasilkan antibodi untuk penyakit apa pun hadir di lingkungan mereka, membuat susu mereka
    dirancang khusus untuk memerangi penyakit bayi. ASI merupakan susu yang mengandung antibodi yang
    dapat mengurangi infeksi telinga dan penyakit pernapasan. Kira-kira delapan puluh persen dari sel-sel
    dalam ASI mengandung makrofag, tipe khusus dari sel yang membunuh bakteri, jamur dan virus.
6. Salah satu manfaat utama ASI adalah kandungan tinggi protein whey. Whey protein adalah sumber
    energi yang mudah dicerna. Dapat memberikan energi yang diperlukan oleh seorang bayi.
7. Selain kehilangan manfaat imunologi pada ASI, susu formula bayi berada pada risiko tinggi untuk SIDS
    dan mengembangkan masalah-masalah kesehatan kronis seperti alergi, obesitas dan diabetes di kemudian
    hari.
8. Tubuh Anda membakar sekitar 500 kalori per hari ketika menyusui. Dalam kasus ini, menyusui akan
    menggunakan kalori, sehingga lebih mudah untuk kehilangan berat badan Anda memakai selama
    kehamilan.
9. ASI adalah susu gratis dan mudah tersedia. Ini akan membantu Anda untuk mengurangi pengeluaran
    keluarga Anda untuk membeli susu formula bayi.
10. Ikatan antara bayi dan Anda juga dapat diperkuat selama menyusui.


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html
 

Thursday, 29 September 2016

HAL HAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI

        
      Memberikan ASI eksklusif terkadang tidak selamanya berjalan dengan lancar. Bahkan sensasinya seperti naik rollercoaster, kadang “naik” kadang “turun”, tak jarang banyak Bunda yang mengalami kesulitan dan tantangan selama proses meyusui.
Tapi, itu semua bisa di lalui dengan baik asalkan terdapat tekad yang kuat untuk memberikan investasi terbaik bagi sang buah hati. Hal umum yang sering di khawatirkan para Bunda dan sering membuat kepanikan adalah berkurangnya produksi ASI. Kita semua sepakat bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Akan tetapi, ASI ternyata tidak selalu serta merta dapat keluar dengan lancar.
Keluarnya ASI sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor utama yang mempengaruhinya adalah faktor hormonal, yaitu hormon prolaktin yang berperan dalam produksi ASI dan oksitosin yang berperan merangsang keluarnya ASI. Hormon prolaktin di produksi oleh kelenjar pituari yang berada di dalam otak dan berpengaruh terhadap berbagai fungsi fisiologis tubuh. Jumlah hormon prolaktin di pengaruhi oleh nutrisi yang di konsumsi Bunda, serta di pengaruhi juga oleh frekuensi isapan bayi.
Sehingga semakin sering bayi menghisap, maka hormon yang yang diproduksi pun akan semakin banyak.
     Sementara hormon oksitosin yang merangsang keluarnya asi, sering di sebut sebagai hormon cinta, karena hormon ini di pengaruhi oleh psikologis serta suasana hati Bunda. Oleh karena itu, penting sekali bagi ibu yang menyusui untuk menjaga suasana hati dan jiwa agar tetap dalam kondisi baik dan bahagia. Keadaan ibu yang lelah dan stress akan mempengaruhi hormon oksitosin, dan akan menghambat lancarnya ASI.

Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi produksi dan lancarnya ASI:
  • Bunda dalam keadaan tenang
  • Bunda melihat, mencium, mendengar celoteh dan memikirkan bayi dengan kasih sayang
  • Ayah menggendong bayi
  • Ayah mengganti popok bayi
  • Ayah memandikan bayi
  • Ayah bermain dengan bayi
  • Ayah bergurau dengan bay
  • Ayah memijat bayi
Proses menyusui itu adalah kegiatan yang tidak hanya melibatkan Bunda dan Bayi saja, namun faktor dukungan serta keterlibatan sang Ayah sangatlah besar manfaatnya bagi kelancaran proses menyusui.
Untuk itu, libatkanlah sang suami dalam proses merawat bayi.
Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah, Bunda harus menghindari hal-hal yang justru dapat mengurangi jumlah produksi bayi, apa saja kah itu?
  • Bunda takut gemuk dan bentuk payudara berubah
  • Bunda bekerja
  • Bunda merasa atau takut ASI-nya tidak cukup
  • Bunda merasa kesakitan, terutama saat menyusui
  • Bunda merasa sedih, cemas, marah, kesal, dan bingung
  • Bunda merasa malu saat meyusui
  • Suami atau keluarga kurang mendukung dan mengerti ASI
     Terlalu sering dan berlebihan memikirkan tentang ASI dan menyusui ternyata juga bisa membuat 'tantangan' tersendiri buat para Bunda. Kenapa? Karena ternyata hal ini bisa membuat pasangan ibu dan bayi kesulitan mengenali tanda-tanda alami yang muncul dari proses menyusui itu sendiri. Banyak penekanan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di lakukan pada Busui seringkali melupakan peran bayi yang seringkali punya peranan sangat penting dalam menyusu. Karena setiap Bunda memiliki pendekatan dan cara yang juga berbeda-beda dalam menyusui karena situasi dan lingkungan mereka sendiri juga berbeda-beda.
Selain itu, banyaknya instruksi yang diberikan pada busui juga bisa membuat mereka merasa menjadi tidak PD dan inkompeten jika tidak bisa melakukannya. Jika hal itu terjadi, busui juga bisa merasa tertekan dan kerja hormon oksitosin (hormon cinta) pun akan drop yang mengakibatkan suplai ASI menjadi seret. IMD adalah salah satu upaya untuk mengajak bayi melatih instingnya sendiri untuk bisa menyusu. Ini adalah ‘tugas’ bayi pertama kali.

Wednesday, 28 September 2016

MAKANAN PENAMBAH ASI

1. Pepaya

Pepaya, baik buahnya ataupun bunganya, mengandung vitamin A dan vitamin C, serta beberapa mineral penting misalnya kalium, asam folat, dan enzim papain.
Enzim ini membantu pencernaan protein. Ibu menyusui membutuhkan banyak protein untuk memproduksi ASI. Selain itu, pepaya banyak mengandung cairan, sehingga sangat baik untuk mencukupi kebutuhan cairan untuk memproduksi ASI.
Pepaya dapat dimakan langsung ketika ranum, ataupun dibuat sup bila masih mengkal. Banyak masakan yang dapat menggunakan pepaya mentah sebagai bahannya, misalnya sayur asam dan sup ikan dengan pepaya. Sup ini sudah sering digunakan sejak dulu sebagai makanan yang memperbanyak AS
  
2. Daun Katuk
Daun katuk sudah lama dikenal sebagai makanan yang memperbanyak ASI, karena mengandung protein yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI.
Ibu menyusui membutuhkan protein sekitar 20 gram lebih banyak daripada biasanya. Dalam kondisi normal, wanita membutuhkan sekitar 40 gram protein setiap harinya. Jadi dalam kondisi menyusui, dibutuhkan sekitar 60 gram protein setiap hari.

3. Sup daging / ayam / ikan

Sup juga merupakan salah satu makanan yang memperbanyak ASI. Kuah sup dapat menambah asupan cairan untuk tubuh, sedangkan daging/ayam/ikan dapat menambah protein bagi tubuh.
Selain itu, pada umumnya sup menggunakan berbagai macam sayuran, sehingga dapat memberi vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.

4. Havermouth (Oatmeal)

Selain berkhasiat untuk mengurangi kolesterol dan menjaga tekanan darah, havermouth juga salah satu makanan yang memperbanyak ASI.
Seorang wanita yang duduk memakan havermouth akan merasa relaks dan memicu hormon oxytocin. Hormon ini adalah hormon yang berpengaruh pada produksi ASI.

5. Bayam

Bayam baik untuk menambah zat besi yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. Selain itu, kandungan vitamin B6 pada bayam dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
Kandungan nutrisi lainnya pada bayam adalah vitamin A, C, E, K, protein, serta berbagai mineral seperti thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium.
Sama dengan sayuran berdaun hijau tua lainnya, bayam mengandung enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI.
Jadi selain bayam, tambahkan sayur-sayuran hijau lainnya ke dalam menu sehari-hari, agar terdapat variasi makanan yang memperbanyak ASI.

6. Wortel

Wortel banyak mengandung vitamin A, beta karoten, serta enzim Phytoestrogens yang dapat memperbanyak ASI. Minum 1 gelas jus wortel sebelum makan siang dapat menambah produksi ASI pada sore hari.

7. Air 

Makanan apapun tidak akan banyak membantu jika tubuh kita kurang cairan. Minumlah 10-12 gelas air putih sehari, agar produksi ASI lancar.

8. Kacang Tanah Mentah
Kacang tanah mentah memiliki protein yang tinggi dibandingkan dengan kacang tanah yang sudah diolah. Oleh sebab itulah mengkonsumsi kacang tanah dalam kondisi mentah bisa digunakan ibu untuk memproduksi banyak ASI. Namun makanan mentah ini juga bisa menjadi makanan yang menyebabkan keguguran.

10. Biji Jinten Hitam

Biji jinten hitam banyak dijumpai ketika kita berada di toko jamu tradisional. Biji jinten hitam kaya akan zat besi sehingga bisa memulihkan tenaga ibu setelah persalinan. Jinten hitam juga kaya akan protein sehingga bisa digunakan untuk memproduksi ASI.
Makanan yang mengandung zat besi ini, juga bisa dikonsumsi sebagai :
11. Wijen Hitam

Biji wijen hitam mengandung kalsium yang baik dan dipercaya bisa digunakan untuk meningkatkan produksi ASI ibu. Biji ini juga memiliki berbagai macam nutrisi bermanfaat lainnya.

12. Kemangi

Daun kemangi bermanfaat untuk memperbanyak ASI. Enzim phytoestrogens yang ada pada daun kemangi bisa digunakan untuk memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak. Kemangi juga memiliki berbagai macam manfaat lainnya diantaranya adalah menenangkan, meningkatkan gerakan usus sehingga mencegah sembelit serta meningkatkan nafsu makan. Kemangi juga bisa digunakan untuk mencegah munculnya bau badan yang tidak sedap di dalam tubuh.


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html

Monday, 26 September 2016

PENYEBAB ASI KELUAR SEDIKIT

BERIKUT BEBERAPA PENYEBAB ASI KELUAR SEDIKIT :

 

1. Masalah Hormonal

Akibat kadar tiroid yang tinggi, penyakit diabetes , hipertensi dan masalah hormonal rendah merupakan beberapa penyebab wanita sulit hamil. Dan pada Saat sukses melahirkan, hal diatas juga akan mempengaruhi kemampuan  memproduksi ASI. Jika karena faktro ini, disarankan ibu  menjalani pengobatan untuk meningkatkan produksi ASI. Datanglah ke klinik laktasi untuk mendapatkan bantuan.

2. Akibat pernah melakukan operasi pada payudara

Operasi payudara biasa dilakukan karena memang ada masalah medis maupun untuk kecantikan. Piercing yang dilakukan di area puting juga dikategorikan sebagai operasi payudara dan bisa mempengaruhi produksi ASI. Namun besar atau kecilnya pengaruh operasi ini  tergantung bagaimana prosedur operasi itu dilakukan, sudah lama atau kemarin  dan apakah ada komplikasi atau tidak saat melahirkan yang bisa melukai payudara.Beberapa wanita yang melakukan operasi payudara, tetap bisa bisa menyusui bayinya hingga enam bulan tanpa kesulitan. Namun beberapa wanita lainnya harus membutuhkan bantuan ahli dan suplemen.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi yang Hormonal

Banyak ibu yang menggunakan alat kontrasepsi pil merasa produksi ASI tidak terpengaruh,  akan tetapi sebagian ibu lainnya mengalami atau  merasa produksi ASI menurun. Hal yang seperti itu bisa saja terjadi jika ibu mulai mengonsumsi pil KB  sebelum bayinya berusia empat bulan.Jika Merasa ASI berkurang setelah pemakaian PIL KB, sebaiknya  dihentikan. Sebelum melakukan sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter, mencari tahu metode kontrasepsi yang lebih tepat.

4. Bayi Kesulitan Menghisap karena Masalah Anatomi

Faktor Bayi Ibu sendiri bisa menjadi penyebab ASI keluar sedikit, karena Kemungkinan bayi kesulitan menghisap ASI dari payudara ibu karena ada masalah anatomi.Misalnya bayi memiliki tali lidah pendek (tongue-tie).Tongue-tie menyebabkan mulut bayi tidak dapat menempel dengan baik pada puting susu, sehingga kemampuan menghisap ASI berkurang. Biasanya Ibu dengan bayi tongue-tie juga akan mengalami lecet pada puting payudaranya, dan bayi mengalami pertumbuhan badan yang tidak maksimal.Jika bayi Anda mengalmi hal ini, ibu bisa membawanya ke dokter ahli. Setelah diatasi oleh dokter, kemampuan bayi untuk menyusi akan meningkat secara signifikan.

5. Tidak Disusui di Malam Hari

Setiap ibu memiliki kemampuan berbeda untuk menyimpan ASI di payudaranya. Dengan tidak menyusui di malam hari, produksi ASI ibu bisa menurun. Tidak hanya itu, kadar prolaktin (hormon yang memberikan sinyal ke payudara untuk memproduksi ASI) juga lebih banyak di malam hari. Jadi jika hormon itu semakin rendah, produksi ASI ibu pun bisa menurun. Intinya, menyusui di malam hari penting untuk menjaga produksi ASI tetap banyak.Seorang Bayi memang membutuhkan tidur yang cukup, akan tetapi  bukan berarti ibu terus membiarkan dan tidak menyusuinya. Bayi yang jarang atau malah sama sekali tidak menyusu di malam hari bisa memiliki masalah penambahan berat badan.


Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/cara-menyimpan-asi.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/manfaat-kolostrum.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/penyebab-cegukan-pada-bayi-penyebab.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/kenapa-harus-asi-ekslusif-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/mengatur-jadwal-makan-bayi-usia-6-bulan.html
http://mymamamilky.blogspot.co.id/2016/10/setiap-ibu-pasti-ingin-memberi-yang.html

Wednesday, 21 September 2016

PENYEBAB BERAT BADAN BAYI TURUN

1.Susu Formula

Salah satu penyebab berat badan si kecil tidak kunjung naik atau bahkan berangsur-angsur turun adalah susu formula yang ibu berikan. Mungkin ibu sudah membelikan susu balita terbaik dengan harganya yang paling mahal. Namun, harus digarisbawahi bahwa tidak mesti susu dengan harga mahal itu bagus dan baik untuk si kecil.
Susu formula memiliki kandungan yang sama. Hanya beberapa kandungan saja yang membedakan antara merk susu formula yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini, pastikan ibu memberikan susu formula yang mengandung tinggi protein. Protein sangat membantu tumbuh kembang balita ibu sehingga berat badannya akan naik. Sementara itu, ada kemungkinan berat badan bayi tidak naik dikarenakan ibu salah dalam memilih susu balita.
 2. Gangguan Sistem Pencernaan

asalnya, kebanyakan si kecil akan kehilangan berat badan karena susu yang diberikan tidak bisa dicerna oleh tubuh, bahkan cenderung membuat sistem pencernaan tidak bekerja maksimal.
Ada satu kandungan yang harus ada dalam susu formula dan kadarnya harus tepat, yaitu prebiotik. Ini merupakan kandungan yang dibutuhkan sistem pencernaan. Kandungan ini akan membuat bakteri baik dalam sistem pencernaan berkembang biak.
 ika tidak, maka yang terjadi adalah si kecil akan sering buang air besar atau BAB. Ibu perlu mengetahui berat badan bayi ideal sesuai dengan usia si kecil serta berapa kali si kecil buang air besar setiap hari. Jika bayi ibu masih di bawah satu tahun dan dalam waktu satu hari buang air besar dua kali atau bahkan lebih, maka yang kemungkinan besar sistem pencernaannya terganggu.
Terlalu sering buang air besar berarti tubuh bayi tidak mendapatkan nutrisi yang disupply dari makanan dan susu formula. Tubuh tidak mendapatkan manfaat apapun. Ketika makanan dan susu dikonsumsi, maka akan langsung dikeluarkan melalui BAB.
 
3.Tindakan yang Ibu Harus Lakukan

Salah satu tindakan awal yang perlu ibu lakukan adalah mengganti susu formula yang baru yang pastinya mengandung prebiotik. Akan tetapi, setiap bayi memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika perlu, ibu memberikan nutrisi tambahan, bukan hanya melalui makanan dan susu, tapj juga dari suplemen yang lain. Tindakan ini merupakan tindakan short term saja agar berat badan tidak terus turun. Untuk jangka panjang, ibu tetap harus memberikan makanan yang sehat dan tepat serta susu formula yang sesuai dengan kondisi kesehatan sang buah hati agar berat badan bayi normal.



Dilihat juga artikel tentang dunia perASIan lainnya ALA MAMAMILKY :

ASI Booster

Coklat MamaMilky (Penambah Volume Asi Dan Mengentalkan Asi)

KONTAK PERSON : SMS/WA : 0815 1146 2419  LINE : Hijrahcoklat03  BBM : D28042F6 KENAPA HARUS COKLAT MAMAMILKY...